Timur ke barat
Selatan ke utara
Tak juga aku berjumpa
Dari musim duren hingga musin rambutan
tak kunjung aku dapatkan
Tak jua aku temukan
Cari Jodoh – Wali band
Pertama mendengar lagu ini, sempat senyum tanda senang. Senang akhirnya ada juga orang yang menyenandungkan lirik yang relative memalukan diri namun dinyanyikan dengan percaya diri. Kisah manusia dalam menunggu jodohnya.
Pada dewasa awal, usia 20 – 25, sebuah usia pertaruhan. Pertaruhan tentang masa depan. Semua berpikir, dengan siapa nantinya akan menjalani hidup selanjutnya. Tidak laki-laki maupun perempuan akan merasakan hal yang sama, misteri siapa jodohnya ?. Pernah terpikirkan untuk hidup bersama pujaan hatinya, tapi terlihat tidak mungkin karena tinggal di tempat yang berjauhan. Namun takdir berbicara lain, dimanapun berada jodoh tidak akan jauh. Karena tidak ada yang jauh selama kita masih memiliki atap yang sama, yaitu langit. Tidak ada yang jauh karena bulan yang kita lihat malam hari sama dengan yang orang lain lihat di bagian bumi lain. Jarak tidaklah menjadi tidak penting…
Tapi dimanakah dirimu wahai jodoh ?, siapakah yang akan menjadi bidadari atau pangeran yang akan membawanya pergi ?, apakah orang itu ada di dekat kita atau dia masih berada jauh di ujung sana ?
Dalam penantiaannya, semua menunggu kapan waktunya tiba. Dilihat kanan-kiri tidak ada yang memberikan sinyal positif. Dicari ke timur dan kebarat, selatan ke utara ternyata tidak berjumpa. Dari musim duren trus rambutan trus duren lagi tak kunjung didapatkan…. Kapan waktunya ?, kapankah ?, hati ini sudah tidak sabar menunggu… ingin rasanya mempercepat ke hari itu dan “surprise… saya sudah mendapatkannya…”, seperti yang dinyanyikan Leone Lewis, a moment like this :
Some people wait a lifetime
For a moment like this
Some people search forever
For that one special kiss.
Ohh, I cant believe it’s happening to me
Some people wait a lifetime
For a moment like this
Selanjutnya, kita pun masih bertanya-tanya. Siapakah pendamping kita ?, yang mau memenuhi ruang hati kita dengan senyuman dan tangisan, kebahagiaan dan kedukaan, kesenangan dan kesulitan. Orang itu pun masih misteri. Kadang kita merasa dekat dengannya, namun ternyata dia tidak ditakdirkan. Kadang pula dia tidak kita kenal sebelumnya, tidak dinyana bahwa dialah orangnya. Kita sudah mencari jalan untuk memilikinya, mencoba menebar pesona, mengaguminya, dekat dengannya. Sampai dalam setiap hela nafas kita teringat kepadanya. Padahal kalau sudah sampai seperti ini, ada Zat yang lebih layak untuk diingat dari waktu ke waktu. Jangan sampai karena alasan mencari kepingan tulang rusuk, kita lupa dengan Zat yang seharusnya kita lebih cintai. Bahaya kalau Dia sampai mencabut nikmat Cinta dari diri kita. Pencarian terus berlanjut, dengan orang yang tepat. Tepat menurut kita, maupun menurut Sang Pencipta. Tidak muluk-muluk, yang penting orangnya cantik/ganteng, pengertian, kasih sayang, dan Tajir (hehehe… semua juga mau kalau kayak gini…), tapi yang penting mah Agamanya Lurus….
Eits… kita terlupa. Kita ternyata hanya dilupakan dengan yang namanya menunggu dan mencari jodoh saja, padahal ada yang harus dipersiapkan. Waktu itu akan datang dengan sendirinya. Siapapun akan kita terima sebagai pendamping hidup. Hanya sejauh mana kita bisa menerima itu ?, sejauh mana kita bisa melakukannya dalam waktu dekat ini ?, sehingga kita tidak perlu sangat dipusingkan dengan kegiatan pasif seperti menunggu… dan menunggu… Kita bisa mempersiapkan diri dan menjemputnya dalam balutan keberkahanNya. Subhanalllah yang telah memberikan hamba-hambaNya nikmat cinta. Cinta kepadaMu, kepada RasulMu, dan kepada umatMu.
Histor like this,, n the song too,,
) hahahahaa….
Bener,, jangan sampe si tulang rusuk memposisikan dirinya diatas Allah,,
Pastinya donk desta,, semua mau yang tajir,, berkepribadian (mobil pribadi, rumah pribadi, dll) dan berwibawa (wiii bawa mobil,,
Desta!! jangan baca buku nikah,,, ntar makin mupeng,,,hahahaha