Hari kedua KKN, agenda utama adalah menuju dusun Pamijahan Desa Tonjong Sari untuk menghadiri pengajian bulanan yang dirutinkan. Berbekal sedikit peta yang tidak tahu arah utara-selatan, timur-barat, menjadikan perjalanan yang sangat asik dan menantang. Semua orang antusias untuk melakukan perjalanan. Wajah ceria dan ramainya suara mengiringi perjalanan saat itu. Dua puluh enam orang berjalan bersama, tanpa tahu dimana tujuannya…
Selama perjalanan, banyak pertanyaan di awal yang tidak ada jawabannya. Mereka menanyakan “kemanakah tujuan kita ?”, “berapa lama sampai di sana?”, dsb… semua pertanyaan itu sangat sulit untuk dijawab. Sebab penanya dan yang ditanya sama-sama tidak tahu jawabannya… kegamangan mulai menghinggapi orang-orang yang ikut dalam perjalanan. Keraguan menyeruak pada hati yang sudah lelah dengan perjalanan. Sudah jauh berjalan, namun masih belum mendekati tujuan. Berulang kali bertanya kepada orang yang ditemui di jalan menanyakan tempat yang akan kita tuju. Untungnya, setidaknya kita tahu ke mana tujuan kita. Ke sebuah tempat, namun sayangnya kepastian akan tempat itu masih tidak jelas. Melangkah terus.. dan mencoba untuk terus bertahan…. Kadang kala mengeluh di saat sudah menunjukkan kelelahan… bertanya.. dan bertanya dengan orang yang ditemui… untuk memastikan tujuan akhir kita…
Tidak jauh berbeda dalam pemaknaan perjalanan hidup kita dari awal sampai akhir. Ibarat perjalanan hidup, di awal kehidupan kita tidak tahu kemanakah tempat yang akan kita tuju. Kemudian bertemu dengan orang lain dan mendapatkan sedikit informasi tentang tujuan itu. Ketika sudah tau tujuan itu, kita mulai menanyakan… bagaimana cara menuju jalan itu. Berulang kali ditanyakan… kepada semua orang yang ditemu… untuk memastikan jalan yang dilalui sudah benar…..
Tujuan kita adalah kematian… dan kita menuju jalan yang bernama kematian… berulang kali kita menanyakan… kapankah kita akan mati ?, berapa lama lagi kita akan mati ?, dsb. Semua tidak secara jelas memberikan infomasi mengenai kapan waktu yang tepat untuk sampai pada kematian…. Tidak ada yang bisa mendefinisikan secara jelas jawaban mengenai lama perjalanan yang akan ditempuh.. “Mungkin 1 jam lagi nyampe”, “mungkin kira-kira setengah jama-an lagi lah”, dan mungkin-mungkin yang lain.
Lalu kita pun menanyakan petunjuk menuju tempat yang dituju. Semua orang pun memberitahukan tanda-tanda atau patokan jalan untuk menuju jalan itu. Kita sudah sering diingatkan dengan uban yang ada di rambut kita, pelemahan fisik, menurunnya daya ingat, membungkuknya badan kita, dan sebagainya. Sebenarnya itulah tanda-tanda untuk menuju kematian itu… sudah sangat jelas…. Sangat jelas sekali… hanya saja apakah kita menangkap maksud dari semua tanda-tanda itu.
Perjalanan ini sampai kapan?, pegal rasanya kaki ini untuk terus melangkah… bolehkan dipercepat untuk menuju tujuan itu?.. ataukah mencoba menikmati setiap langkah yang terjadi dan terus berharap bahwa kita bisa selamat sampai tujuan. Tidak disesatkan dengan sesuatu yang menjadikan kita terlupa terhadap tujuan utama kita.
Perjalanan itu… entahlah kita tidak tahu sampai kapan…
Perjalanan itu…. Membuat kita menjadi cemas… sampai kapan ini akan berakhir…
Perjalanan itu… adalah KEMATIAN